The Last Emperor
03 July 2017 - 12:06, Jfk
0,00/5,00 dari 0

Pu Yi, merupakan Kaisar Cina terakhir dari Dinasti Qing. Ia naik tahta ketika berumur 2 tahun 10 bulan dan menyerahkan tahtanya (Revolusi Xinhai) pada 12 Februari 1912 saat berumur 6 tahun. Pu YI dilahirkan pada 7 Februari 1906, kakeknya bernama Yihuan adalah anak ke-7 dari kaisar Daoguang dan ayahnya Zaifeng adalah adik dari Kaisar Guang Xu. Setelah kematian Kaisar Guang Xu tanpa ahli waris, Pu Yi diangkat menjadi kaisar dengan nama kekaisaran Xuan Tong.

Pada saat memerintah, Dr. Sun Yat Sen melakukan revolusi tahun 1911 dan mengakhiri masa pemerintahan monarki Kekaisaran Cina yang sudah berlangsung lebih dari 2000 tahun. Setelah meyerahkan tahtanya, ia masih diijinkan untuk tinggal di daerah yang sekarang disebut “Kota Terlarang”.

Di tahun 1917, Ia sempat mengalami restorasi masa pemerintahanya, dibantu oleh Jenderal Zhang Xun, namun diperiode singkat tersebut (dari 1 Juli - 12 Juli) harus berakhir karena banyak Jenderal yang tidak setuju. Ia juga sempat kembali berkuasa pada masa berdirinya negara boneka buatan Kekaisaran Jepang “Manchukuo” tahun 1932. Kaisar Manchukuo ini mendapat gelar kekaisaran “Kangde”. Ia berkuasa hingga selesai Perang Cina-Jepang kedua, tahun 1945. Selama itu ia tinggal di Istana yang di sediakan oleh Jepang (Saat ini menjadi Museum Istana Kekaisaran Negara Manchu).

Pu Yi memiliki 3 adik kandung laki-laki dan 3 adik kandung perempuan, yang paling tua bernama Pujie, yang menikah dengan Hiro Saga, seorang Jepang, sepupu jauh dari Kaisar Jepang Hirohito. Pernikahan ini sebenarnya sudah diatur untuk kepentingan politis oleh Shigeru Honjō, jenderal Tentara Kwantung. Pujie ditetapkan menjadi pewaris sah kekaisaran Manchu jika Pu Yi tidak memiliki keturunan laki-laki.

Pada akhir Perang Dunia II, ia ditangkap oleh Tentara Merah Soviet, saat berada di pesawat terbang di Mukden airport ketika hendak menuju Jepang melalui Korea. Selanjutnya ia sempat ditahan di Siberia, Rusia dan pada tahun 1949, saat China di bawah pimpinan Mao Zedong, Pu Yi dipulangkan ke China. Ia tinggal selama 10 tahun di Pusat Manajemen Penjahat Perang Fushun di provinsi Liaoning sampai ia dinyatakan berhasil direformasi dan bebas. Dari tahun 1964 hingga akhir kematiannya di Beijing, ia bekerja sebagai seorang editor untuk departemen literasi Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China. Ia meninggal pada 17 Oktober 1967 saat berumur 61 tahun karena komplikasi kanker ginjal dan penyakit jantung yang sudah lama dideritanya.

(Dari berbagai summer); Image: Common Wikipedia