Kisah si Wortel
03 July 2017 - 11:33, Jfk
5,00/5,00 dari 1

Siapa sih yang tidak mengenal Wortel? Salah satu jenis sayur-sayuran yang cukup populer ini, ternyata sejak 5000 tahun yang lalu sudah dikenal sebagai makanan dan campuran obat. Awalnya yang digunakan adalah daunnya, baru sekitar abad ke-10, umbinya atau akarnya yang dimakan.

Diperkirakan nenek moyang wortel berasal dari daerah sekitar Iran dan Afghanistan, menyebar ke Medeteranian, Mesir kuno dan Yunani. Orang Yunani menyebut wortel dengan sebutan “philtron”, artinya “ Kehangatan cinta”. Jika makan wortel bahkan dipercayai dapat memperdalam cinta sepasang kekasih.

Orang Romawi sering memakan wortel mentah dioleskan dengan minyak, garam dan cuka atau direbus bersama saus yang terbuat dari campuran garam anggur dan minyak. Sedangkan rakyat kelas bawah seringkali menghidangkan bubur wortel untuk makan malam. Hanya pada hari raya tertentu, mereka menambahkan ikan, roti, minyak zaitun dan daging. Sop wortel tertua didunia, Pultes Iulianae, atau Julian Pottage, hadir dalam buku resep Apicius yang muncul pada abad ke-4.

Wortel pertama kalinya ditanam secara luas di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I. Sayuran ini diperkenalkan oleh kaum Flemings dilindungi Inggris dari kejaran Raja Spanyol.

Wortel sebenarnya memiliki warna cukup beragam, putih, ungu, kuning, merah, hijau dan orange. Tetapi yang paling populer adalah yang berwarna Orange. Warna orange ini menurut beberapa sejarahwan adalah berkat kerja keras petani Jerman yang menumbuhkan jenis ini di rumah pertanian “ House of Orange”. Mereka mendapatkan warna oranye dengan menyilangkan wortel kuning dan merah.

Warna orange pada wortel mengandung betakaroten yang di ubah oleh organ hati menjadi sumber vitamin A. Vitamin A adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh mata. Semakin kita sering mengkomsumsi wortel, akan semakin baik untuk meningkatkan pandangan jarak jauh dan mencegah katarak.

Menurut beberapa penelitian, Vitamin A juga memiliki banyak manfaat;  dapat memperlambat penuaan sel, kulit dan melindungi secara alami dari sinar matahari; dan mencegah kanker paru-paru. jika kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan dan gangguan pernafasan. sedangkan jika kelebihan dapat menyebabkan sakit kepala, kerontokan rambut dan mual (***).