Tempe, Makanan Bernutrisi Tinggi Khas Indonesia
04 August 2017 - 14:01, Jfk
0,00/5,00 dari 0

Siapa yang tidak mengenal tempe? Tempe merupakan makanan tradisional masyarakat Indonesia. Umumnya tempe dibuat dari proses fermentasi biji kedelai dengan menggunakan ragi tempe. Teknik pembuatannya masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat lokal dengan proses yang sangat sederhana.

Sebenarnya proses pembuatannya merupakan proses menumbuhkan spora jamur tempe, yang paling dominan adalah Rhizopus sp, pada  biji kedelai. Jamur tersebut akan membentuk benang-benang Miselium yang mengikat biji kedelai satu dengan lainnya. Proses ini juga menghasilkan enzim yang menguraikan senyawa organik komplek seperti protein di dalam kedelai. Hasilnya, protein-protein tersebut akan dirombak menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga akan mudah dicerna oleh tubuh. Selain enzim pada proses ini juga banyak terbentuk mikrobakteria yang bersifat aerob obligat, artinya membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya.

Tempe yang sudah diragi, dibungkus dengan daun jati atau daun pisang. Pada proses ini banyak mikrobakteri yang berperan dan memberikan cita rasa tertentu pada tempe tersebut. Tentunya proses ini akan berbeda jika digantikan atau dibungkus dengan plastik atau bahan lain.

Selain itu dalam proses ini juga berperan bakteri Klebsiella pneumonia yang menghasilkan kandungan vitamin B12 yang tinggi. Vitamin B12 ini berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf, serta dalam pembentukan darah. Menariknya ternyata bakteri ini adalah salah satu bakteri patogen penyebab infeksi pada paru-paru. Tetapi pada kenyataannya masyarakat Indonesia sebagai pemakan tempe tidak ditemukan adanya kasus orang terkena infeksi paru-paru akibat Klebsiella pneumonia yang ada di dalam tempe.

Akibat dari proses fermentasi tadi akan menghasilkan Tempe dengan nutrisi yang menakjubkan,  baik protein, mineral, vitamin B12 dan asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids). Kandungan protein dalam tempe setara dengan protein pada daging sapi atau ayam, namun bebas kolesterol tidak seperti daging. Sehingga kadangkala tempe dipakai oleh para vegetarian untuk menggantikan daging. Nah, mari kita bangga dengan makanan tradisional satu ini.(***)

Image: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sliced_tempeh.jpg