Concorde, Legenda Penerbangan Supesonik.
03 August 2017 - 08:59, Jfk
2,00/5,00 dari 1

Tanggal 26 November 2003, merupakan momen bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh dunia penerbangan komersial. Pada hari itu, pesawat supersonik Concorde terakhir kali melakukan penerbangannya, yang sebelumnya selama lebih dari dua dekade melayani penerbangan komersial sejak 21 Januari 1976. Pensiunannya Concorde ini tidak lepas dari biaya operasionalnya yang sangat mahal dan penumpannya yang terus menurun, apalagi sejak terjadinya kecelakaan pada 25 juli 2000.

Dalam bahasa perancis namanya berasal dari Concorde (dalam bahasa Inggris sama dengan concord) yang memiliki arti Perjanjian, Harmoni dan Persatuan. Pesawat legenda yang dioperasikan oleh British Airways dan Air France ini menjadi spesial karena mampu terbang maximum hingga Mach 2.04 (atau 2 kali kecepatan suara) dengan membawa 92 - 128 penumpang. Concorde menjadi salah satu dari dua pesawat supersonik komersil di dunia hingga saat ini. Pesawat supersonik komersial lainnya adalah Tupolev TU-144 yang di bangun oleh Uni Soviet dan hanya  beroperasi selama kurang dari setahun.

Pesawat ini melayani penerbangan transatlantik dari London atau Paris ke New York, Washington dan Barbados. Bentuk dan strukturnya pun tak kalah unik, dengan sayap delta dan hidung yang cukup panjang dan dapat ditekuk saat mendarat menjadi ciri khas dari Concorde. Didesign oleh para ahli dari gabungan dua perusahaan Perancis dan Inggris, Aérospatiale dan the British Aircraft Corporation (BAC) dan mulai konstuksi pada Februari 1965 di Toulouse, Perancis.

Meskipun sang legenda sudah tidak terbang lagi, tetapi saat ini beberapa Concorde masih dapat kita jumpai di beberapa Museum Penerbangan seperti, Musée de l'Air" di Paris–Le Bourget Airport, Auto & Technik Museum Sinsheim, Sinsheim, Jerman, the Smithsonian's Steven F. Udvar-Hazy Center di Dulles Airport dan National Air and Space Museum di Washington D.C., Amerika Serikat (***).

Image: https://commons.wikimedia.org