Bagaimana Beruang Kutub Beradaptasi di Suhu yang Dingin?
28 July 2017 - 14:38, Made Zerlinda Ayundari
0,00/5,00 dari 0

Beruang kutub merupakan salah satu hewan karnivora yang terbesar di dunia, berat badannya bahkan bisa mencapai satu ton. Jika kita membayangkan, beruang kutub pasti terlihat sangat lucu karena tubuhnya yang besar itu diselimuti oleh rambut putih dan lembut. Namun hal yang kita ketahui mengenai rambut beruang kutub yang putih itu adalah salah.

Sebenarnya rambut beruang kutub berwarna bening atau tidak berwarna. Warna putih yang terlihat oleh mata manusia merupakan pantulan dari lingkungan tempat tinggal beruang kutub yang diselimuti oleh salju. Tentu saja ada banyak alasan mengapa beruang kutub diciptakan memiliki rambut yang bening. Selain untuk kamuflase, rambut bening beruang kutub berguna sebagai penyerapan radiasi matahari secara efisien. Lingkungan beruang kutub yang berada di Kutub Utara memiliki pancaran sinar matahari yang sedikit, oleh sebab itu rambut bening beruang kutub yang bersifat fiber optic akan sangat berguna sebagai keberlangsungan hidup beruang kutub. Fiber optic merupakan sifat yang mampu mentransmisikan radiasi matahari ke kulit beruang kutub.
Beruang kutub ternyata memiliki lapisan lemak bewarna cokelat kehitaman dibawah kulitnya. Hal tersebut ternyata berkaitan dengan prinsip benda hiam, dimana benda yang bewarna gelap akan lebih cepat menyerap radiasi dibandingkan warna terang. Sehingga kombinasi antara rambut beruang kutub yang bening serta warna lemak cokelat kehitaman yang dimiliki beruang kutub sangat menguntungkan beruang kutub agar bisa tetap menjaga kehangatan tubuhnya di lingkungan yang ekstrim.

Beruang kutub memiliki mekanisme beradaptasi yang cukup unik, namun kita mengetahui bahwa perubahan iklim yang terjadi di bumi membuat populasi beruang kutub semakin lama akan semakin berkurang. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwaa dua per tiga populasi beruang Kutub akan punah pada pertengahan abad 21 dan dalam beberapa dekade Kutub Utara (Artik) akan kehilangan lapisan es yang sangat besar. Walaupun beruang kutub merupakan mamalia yang menghabiskan sebagian besar waktunya berenang di lautan, akan tetapi bongkahan es yang ada di Kutub Utara sangat dibutuhkan beruang kutub disaat melahirkan anak serta menjaga anak mereka sampai cukup kuat untuk hidup mandiri.

Oleh sebab itu, kita sebagai manusa harus berusaha melakukan tindakan yang berguna untuk mengurangi perubahan iklim yang sebagian bersumber dari emisi berlebihan dari pabrik, penebangan liar, serta ekstrasi bahan bakar fosil yang besar. Agar habitat beruang kutub tetap terjaga dan  terlindungi.

 

(Disadur dari berbagai sumber)

Photo credit: Christopher.Michel I'm Not A Bad Looking Bear After All via photopin (license)