Fakta dan dongeng unik Candi Prambanan
26 July 2017 - 08:25, Jfk
0,00/5,00 dari 0

Ternyata selain Borobudur, Indonesia juga memiliki Cagar Budaya Dunia (World Wonder Heritage) lainnya, yaitu Candi Prambanan. Berbeda dengan candi Borobudur yang dibangun oleh penganut Budha, Candi Prambanan dibangun oleh penganut Hindu. Berikut fakta-fakta unik tentang candi Prambanan:

  • Candi Prambanan atau yang dikenal juga dengan Candi Loro Jonggrang dibangun sekitar abad ke-9 oleh wangsa Sanjaya yang beragama Hindu. Berdasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan, candi ini pertama kali dibangun oleh Rakai Pikatan, kemudian dilanjutkan oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu.
  • Candi Prambanan sempat terlantar berabad-abad, sejak pusat kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, pendiri Wangsa Isyana. Perpndahan ini kemungkinan disebabkan karena bencana alam Gunung Merapi.
  • Candi ini diketemukan kembali pada tahun 1733 oleh CA Lons, seorang berkebangsaan Belanda dan dilanjutkan oleh Groneman. Penggalian baru selesai sekitar tahun 1885.
  • Komplek candi Prambanan terdiri dari 8 candi utama dengan puncak tertinggi 47 meter dan 250 candi kecil yang dibangun disekitarnya.
  • Candi ini sering disebut juga dengan candi Loro Jonggrang, karena terdapat arca Loro Jonggrang didalamnya dan sering dikaitkan dengan legenda Loro Jonggrang.
  • Menurut legenda terdapat dua kerajaan yang saling berperang, yaitu Kerajaan Pengging yang diperintah oleh Prabu Damar Moyo dan keraton Boko yang dipimpin oleh Prabu Boko. Prabu Boko berwujud raksasa, tetapi memiliki anak yang rupawan, bernama Loro Jonggrang. Sedangkan Prabu Damar Moyo memiliki putra bernama Bandung Bondowoso yang memiliki kesaktian mampu mengendalikan Jin bernama Bondowoso. Dalam pertempuran ini, Prabu Boko dikalahkan oleh Bandung Bondowoso. Ketika Bandung Bondowoso menyerang Ibu kota Boko dan memasuki istana, ia bertemu dengan Loro Jonggrang, ia pun jatuh cinta kepada sang putri lalu meminangnya. Loro Jonggrang tidak ingin dipersunting oleh pembunuh ayahnya, maka ia melancarkan strategi untuk menolaknya. Ia mengajukan syarat yang harus dipenuhi oleh Bandung Bondowoso, yaitu mendirikan 1000 candi dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso menyanggupi syarat tersebut, segera setelah menjelang malam ia bersemedi memanggil Jin Bondowoso untuk membangun 1000 candi. Lewat tengah malam, Loro Jonggrang mengendap-endap melihat perkembangan pembangunan candi tersebut, ia melihat pembangunan sudah hampir jadi. Secepatnya  ia memerintahkan para gadis di desa untuk menumbuk lesung (penumbuk padi tradisional) dan membakar herami sehingga langit tampak terang seperti pagi saat matahari terbit. Mendengar orang menumbuk padi, ayam-ayam jantan terbangun dan mulai berkokok. Mengetahui hari sudah pagi, Jin Bondowoso berhenti membangun candi, saat itu Jin telah selesai membangun 999 candi. Bandung Bondowosopun marah karena merasa ditipu oleh Loro Jonggrang. Ia lalu mengutuk Loro Jonggrong menjadi candi yang ke 1000, seketika itu pula tubuh Loro Jonggrang menjadi arca. Bandung Bondowoso juga mengutuk para gadis di desa tersebut menjadi perawan tua seumur hidup tidak menikah.


Image: www.photopin.com